PENDAHULUAN
Latar
Belakang
Kemacetan,
adalah hal yang sudah tidak asing terjadi di Yogyakarta. DIY tampak seperti
Jakarta kecil yang merupakan kota terpadat di Indonesia. Hal ini yang sekarang
menjadi permasalahan yang cukup serius yang harus di lihat dan di garap oleh
pihak pemerintah yang ada di Yogyakarta.
Kemacetan
sendiri tidak hanya terjadi di jalan-jalan besar yang ada di kota Yogyakarta,
di Sleman sendiri masih sering kita jumpai kemacetan yang cukup panjang dan
padat ada di beberapa jalan. Gang kecilpun tidak luput dari kasus kemacetan. Dalam
permasalahan ini, saya ingin menjadikanya sebuah topik dalam tugas akhir
semester pancasila kali ini
Profil
Yogyakarta
Yogyakarta
adalah, kota yang terdapat di pulau jawa, yang di mana memiliki kedaerahan yang
khusus. Banyak yang di tawarkan kota ini, dari berbagai pernak pernik, maupun
kulinernya. Penyebutan yang cukup panjang, membuat Yogyarkta sering di sebut
jogja, ataupun DIY, yang merupakan singkatan dari Daerah Istimewa Yogyakarta.
Jogja sendiri memiliki 78 kecamatan, dan 438 desa.
Sebelum
Indonesia merdeka, Jogja merupakan daerah yang memiliki kedaerahan sendiri yang
di sebut daerah Swapraja, yakni Kesultanan Ngayogyakta dan Kadipaten Pakualam.
Swapraja di dirikan oleh pangeran Mangkubumi, yang bergelar Sultan Hangku
Buwono 1 pada tahun 1755.
Jogja
sendiri, sering di sebut kota pelajar, dimana para para orang tua atau anaknya
ingin sekolah di Yogyakarta. Dengan banyaknya Sekolah Dasar, Sekolah Menengah
Pertama, Sekolah Menengah Akhir, mau pun Perkulihan tersebar di berbagai daerah
yang ada di Jogjakerta.
PERMASALAHAN
Jogja,
merupakan kota yang cukup di minati oleh masyarakat Indonesia. Tidak heran,
orang yang berada di luar Jawa pun memilih Jogja menjadi tempat tinggalnya.
Mereka, memilih jogja antara lain karna jogja merupakan salah satu kota yang
maju yang ada di Indonesia, dari segi pekerjaan, kekreatifan, maupun untuk
kependidikanya. Banyaknya orang, banyak pula mereka menggunakan kendaraan untuk
berpergian di kota ini. Hal itulah, salah yang membuat Jogjakta menjadi kota
yang macet.
Banyaknya
remaja yang memilih melanjutkan jenjang pendidikan di kota inipun membuat
jalanan padat merayap. Karna tidak sedikit dari mereka, lebih memilih
menggunakan kendaraan pribadi, di bandingkan kendaraan umum. Sedangkan dari
sudut pemerintah sudah menyediakan kendaraan umum seperti trans jogja,
kemacetanpun tidak bisa hilang dari kota ini.
Kemacetan
di jogja tidak terjadi karna perpindahan penduduk dari kota asal ke jogja,
menurut kepala Dinas Perhubungan DIY, Sigit Sapto Raharjo mengatakan,
bahwasalnya kendaraan di kota Jogja sudah berada di angka 1.600.000an lebih,
dan tiap tahunya bertambah antara 140 ribu, hingga 150 ribu, namun badan jalan
tidak bertambah. Sigit pun tidak mengatakan kemacetan tidak berasal dari
kendaraan yang ada di kota Jogja, kendaraan-kendaraan yang melewati Jogja tidak
sedikit, dikarnakan Jogja merupakan jalan perlintasan.
PENYELESAIAN
MASALAH
Jogjakarta
merupakan kota,di mana memiliki ide ide yang bagus dan baik. Dari prospek kerja
pemerintahanyapun bisa di bilang cukup baik. Salah satunya meniadakan kendaran
seperti angkutan,bis yang dimana biasanya, kendaraan seperti itulah penyebab
kemacetan. Namun pemerintah tidak hanya diam dengan meniadakan kendaraan umum
tersebut,munculah trans jogja, yang dimana kendaraan tersebut memiliki
fasilitas yang membuat penumpang cukup nyaman. Dan karna itu, saya percaya,
bahwasalnya pemerintah Jogjakarta memiliki rencana yang bagus untuk
menyelesaikan kemacetan di kota ini.
Kemacetan
itu sendiri, membuat saya berfikir,bahwa mungkin, kedepanya pemerintah akan
bekerja sama dengan sekolah-sekolah yang ada di Jogja untuk membuat kendaraan
yang bisa mengantar jemput para siswanya dari rumah ke sekolah mereka
masing-masing. Hal inipun sudah terelasaksikan di berbagai kota di luar
negeri,yang dimana menurut saya, hal tersebut membuat jalanan terlihat lebih
lega.
KESIMPULAN
Dari kasus
yang saya bawakan dalam tugas ini, saya memiliki pemikiran, bahwa salnya jogja
merupakan kota yang besar, dan nyaman. Namun hal tersebut tidak bisa terhindar
dari hal-hal kecil yang cukup mengganggu. Sesuatu yang besar, mungkin terlihat
cukup menarik di mata orang-orang, namun sesuatu yang besar akan menjadi sangat
sempit jika di pandangan tersebut di lihat oleh banyak orang.
DAFTAR
PUSTAKA
I)
http://jogja.tribunnews.com/2018/01/26/inilah-penyebab-kemacetan-kendaraan-di-sejumlah-ruas-jalan-di-yogyakarta
(Tribun Jogja)
II)
https://id.wikipedia.org/wiki/Daerah_Istimewa_Yogyakarta
(wikipedia)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar