Rabu, 24 Juli 2019

Permasalahan Dan Penyelesaian Yang Ada Di Kota Yogyakarta


PENDAHULUAN
Latar Belakang
       Kemacetan, adalah hal yang sudah tidak asing terjadi di Yogyakarta. DIY tampak seperti Jakarta kecil yang merupakan kota terpadat di Indonesia. Hal ini yang sekarang menjadi permasalahan yang cukup serius yang harus di lihat dan di garap oleh pihak pemerintah yang ada di Yogyakarta.
       Kemacetan sendiri tidak hanya terjadi di jalan-jalan besar yang ada di kota Yogyakarta, di Sleman sendiri masih sering kita jumpai kemacetan yang cukup panjang dan padat ada di beberapa jalan. Gang kecilpun tidak luput dari kasus kemacetan. Dalam permasalahan ini, saya ingin menjadikanya sebuah topik dalam tugas akhir semester pancasila kali ini
Profil Yogyakarta
       Yogyakarta adalah, kota yang terdapat di pulau jawa, yang di mana memiliki kedaerahan yang khusus. Banyak yang di tawarkan kota ini, dari berbagai pernak pernik, maupun kulinernya. Penyebutan yang cukup panjang, membuat Yogyarkta sering di sebut jogja, ataupun DIY, yang merupakan singkatan dari Daerah Istimewa Yogyakarta. Jogja sendiri memiliki 78 kecamatan, dan 438 desa.
       Sebelum Indonesia merdeka, Jogja merupakan daerah yang memiliki kedaerahan sendiri yang di sebut daerah Swapraja, yakni Kesultanan Ngayogyakta dan Kadipaten Pakualam. Swapraja di dirikan oleh pangeran Mangkubumi, yang bergelar Sultan Hangku Buwono 1 pada tahun 1755.
       Jogja sendiri, sering di sebut kota pelajar, dimana para para orang tua atau anaknya ingin sekolah di Yogyakarta. Dengan banyaknya Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, Sekolah Menengah Akhir, mau pun Perkulihan tersebar di berbagai daerah yang ada di Jogjakerta.

PERMASALAHAN
       Jogja, merupakan kota yang cukup di minati oleh masyarakat Indonesia. Tidak heran, orang yang berada di luar Jawa pun memilih Jogja menjadi tempat tinggalnya. Mereka, memilih jogja antara lain karna jogja merupakan salah satu kota yang maju yang ada di Indonesia, dari segi pekerjaan, kekreatifan, maupun untuk kependidikanya. Banyaknya orang, banyak pula mereka menggunakan kendaraan untuk berpergian di kota ini. Hal itulah, salah yang membuat Jogjakta menjadi kota yang macet.
       Banyaknya remaja yang memilih melanjutkan jenjang pendidikan di kota inipun membuat jalanan padat merayap. Karna tidak sedikit dari mereka, lebih memilih menggunakan kendaraan pribadi, di bandingkan kendaraan umum. Sedangkan dari sudut pemerintah sudah menyediakan kendaraan umum seperti trans jogja, kemacetanpun tidak bisa hilang dari kota ini.
       Kemacetan di jogja tidak terjadi karna perpindahan penduduk dari kota asal ke jogja, menurut kepala Dinas Perhubungan DIY, Sigit Sapto Raharjo mengatakan, bahwasalnya kendaraan di kota Jogja sudah berada di angka 1.600.000an lebih, dan tiap tahunya bertambah antara 140 ribu, hingga 150 ribu, namun badan jalan tidak bertambah. Sigit pun tidak mengatakan kemacetan tidak berasal dari kendaraan yang ada di kota Jogja, kendaraan-kendaraan yang melewati Jogja tidak sedikit, dikarnakan Jogja merupakan jalan perlintasan.

PENYELESAIAN MASALAH
       Jogjakarta merupakan kota,di mana memiliki ide ide yang bagus dan baik. Dari prospek kerja pemerintahanyapun bisa di bilang cukup baik. Salah satunya meniadakan kendaran seperti angkutan,bis yang dimana biasanya, kendaraan seperti itulah penyebab kemacetan. Namun pemerintah tidak hanya diam dengan meniadakan kendaraan umum tersebut,munculah trans jogja, yang dimana kendaraan tersebut memiliki fasilitas yang membuat penumpang cukup nyaman. Dan karna itu, saya percaya, bahwasalnya pemerintah Jogjakarta memiliki rencana yang bagus untuk menyelesaikan kemacetan di kota ini.
       Kemacetan itu sendiri, membuat saya berfikir,bahwa mungkin, kedepanya pemerintah akan bekerja sama dengan sekolah-sekolah yang ada di Jogja untuk membuat kendaraan yang bisa mengantar jemput para siswanya dari rumah ke sekolah mereka masing-masing. Hal inipun sudah terelasaksikan di berbagai kota di luar negeri,yang dimana menurut saya, hal tersebut membuat jalanan terlihat lebih lega.
KESIMPULAN
       Dari kasus yang saya bawakan dalam tugas ini, saya memiliki pemikiran, bahwa salnya jogja merupakan kota yang besar, dan nyaman. Namun hal tersebut tidak bisa terhindar dari hal-hal kecil yang cukup mengganggu. Sesuatu yang besar, mungkin terlihat cukup menarik di mata orang-orang, namun sesuatu yang besar akan menjadi sangat sempit jika di pandangan tersebut di lihat oleh banyak orang.

DAFTAR PUSTAKA
I)                    http://jogja.tribunnews.com/2018/01/26/inilah-penyebab-kemacetan-kendaraan-di-sejumlah-ruas-jalan-di-yogyakarta (Tribun Jogja)
II)                https://id.wikipedia.org/wiki/Daerah_Istimewa_Yogyakarta (wikipedia)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar